Selasa, 09 Maret 2010

Ruang Lingkup Sosiologi

1. Ruang Lingkup Sosiologi

Istilah sosiologi diperkenalkan oleh Auguste Comte, seorang ahli filsafat dari perancis.
Beberapa definisi (batasan makna) sosiologi dari berbagai pendapat :

a. Peter L. Berger : Sosiologi adalah studi ilmiah mengenai hubungan antara masyarakat individu;
b. Pitirim Sorokin menyatakan : sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
  1. Hubungan dan pengaruhtimbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial;
  2. Hubungan timbal balik antara gejala-gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial;
  3. Ciri-ciri umum semua gejala-gejala sosial.
c. J.A.A Van Dorn dan C.J Lamners : sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur dan proses kemasyarakatan bersifat stabil;
d. Roucek dan Warren berpendapat : sosiologi ialahilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok;
e. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi mengemukakan : sosiologi ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan juga proses sosial, termasuk perubahan sosial.

2. Sosiologi sebagai Ilmu Sosial
  • Sosiologi masuk dalam kategori rumpun-rumpun ilmu sosial, ini dikarenakan pokok permasalahan dalam ilmu sosial pada umumnya membicarakan kehidupan sosial manusia.
  • Sosiologi dapat dikatakan ilmu yang membahas tentang masyarakat.
3. Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Peter R. Seen, merumuskan ilmu pengetahuan sebagai suatu sistem yang menghasilkan kebenaran.
Komponen utama dari sistem ilmu adalah :
1. Perumusan masalah;
2. Pengamatan atau deskripsi;
3. Penjelasan serta;
4. Ramalan dan kontrol.

Soerjono Soekanto, menyatakan bahwa ilmu pengtahuan adalah knowledge yang tersusun dengan menggunakan kekuatan pemikiran.

Empat sifat ilmu pengetahuan, yaitu :

a. Sosiologi bersifat empiris,sosiologi itu didasarkan pada pengamatan dan penalaran yang berhubungan dengan akal budi manusia;
b. Sosiologi bersifat teoritis, ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksidari hasil-hasil observasi;
c. Sosiologi bersifat kumulatif, teori sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki;
d. Sosiologi bersifat non-etis, sosiologi dalam usahanya menggambarkan dan menjelaskan masyarakat atau individu tidak untuk menanyakan apakah masyarakat dilihat dari segi moral atau tidak.

4. Obyek Sosiologi

Obyek dari sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Ciri-ciri dari masyarakat :
  1. Manusia hidup bersama, secara teoritis jumlah manusia hidup bersama itu ada dua orang;
  2. Bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama;
  3. Adanya kesadaran, bahwa setiap manusia merupakan bagian dari suatu kesatuan.
5. Metode yang digunakan Sosiologi

  1. Metode kualitatif, sukar dapat diukur dengan menggunakan angka , metode ini mencangkup pula metode historis dan komparatif.
  2. Metode kuantitatif, mengutamakan bahan-bahan keterangan dalam angka, sehingga gejala-gejala diukur dengan menggunakan skala.
  3. Metode induktif, suatu gejala yang khusus untuk mendapatkan kaidah yang berlaku secara umum.
  4. Metode deduktif, kaidah-kaidah yang berlaku secara umum yang kemudian dipelajari pada keadaan khusus.
  5. Metode fungsionalisme, bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar